Kembali ke Komoditas

Coffee & CacaoCoffea robusta, Coffea arabica & Theobroma cacao

Kopi & Kakao

🌏 EXPORT READY

Biji kopi robusta dan arabika dari petani pegunungan Jawa Tengah. Kakao fermentasi dan non-fermentasi untuk industri coklat premium. Tersedia green bean maupun roasted.

Tentang Kopi & Kakao

Kopi (Coffea spp.) dan kakao (Theobroma cacao) adalah dua dari lima komoditas perkebunan terbesar Indonesia. Kopi Indonesia dikenal dunia lewat single-origin Gayo, Mandheling, Toraja, Bali Kintamani, dan Java Preanger — masing-masing punya profil cita rasa yang unik dipengaruhi tanah vulkanik dan ketinggian. Kakao Indonesia masuk top-3 produsen dunia bersama Pantai Gading dan Ghana. Kami fokus pada green bean dari petani Jawa Tengah dan biji kakao fermentasi untuk industri coklat premium.

Coffee (Coffea spp.) and cacao (Theobroma cacao) rank among Indonesia's top five plantation commodities. Indonesian coffee is globally renowned through single-origins like Gayo, Mandheling, Toraja, Bali Kintamani, and Java Preanger — each with distinct flavor profiles shaped by volcanic soil and altitude. Indonesia is a top-3 global cacao producer alongside Côte d'Ivoire and Ghana. We focus on green beans from Central Java farmers and fermented cacao beans for the premium chocolate industry.

Varietas & Format Tersedia

Kopi Robusta

Coffea canephora — kafein tinggi, rasa lebih pahit/full body, harga ekonomis. Pasar utama: blend espresso, instant coffee.

Kopi Arabika

Coffea arabica — body lebih ringan, asam buah/floral, premium. Single-origin Indonesia sering masuk specialty market di Eropa, US, Jepang.

Kakao Fermentasi

Difermentasi 5–7 hari, profil rasa kompleks. Standar buyer chocolatier premium di Eropa.

Kakao Non-Fermentasi

Untuk industri mass-market: cocoa powder, biskuit, snack. Volume besar, margin lebih rendah.

Manfaat & Penggunaan

  • Specialty coffee single-origin untuk roaster boutique global
  • Robusta untuk blend espresso & instant coffee industry
  • Kakao fermentasi untuk chocolatier premium (couverture)
  • Kakao mass untuk industri biskuit & cocoa powder
  • Cocoa butter dan cocoa liquor untuk industri F&B & kosmetik

Cara Budidaya & Pengolahan

Arabika tumbuh di ketinggian 1.000–2.000 mdpl dengan iklim sejuk; robusta tahan di dataran lebih rendah (300–800 mdpl). Pemanenan kopi selektif (cherry merah saja) menjamin grade specialty. Pasca panen: wet/dry process, fermentasi, pengeringan ke moisture ≤12.5%, lalu hulling. Kakao butuh dataran rendah, curah hujan tinggi. Fermentasi 5–7 hari adalah kunci profil rasa coklat — non-fermentasi cocok untuk pasar mass-industry, fermentasi untuk premium.

Spesifikasi · Specifications

Grade 1–4
Grade
Specialty to commercial
≤12.5%
Moisture
Green bean standard
<11%
Defect
Grade 1 standard
100 kg
MOQ
Minimum order

Target Pasar · Target Markets

  • 🏠Specialty coffee roasters
  • 🌏Industri coklat premium
  • 🏭Ekspor ke Eropa & Amerika
  • 🏭Buyer Jepang & Korea

Prospek Pasar & Outlook

Specialty coffee global market tumbuh stabil di Eropa, US, dan Asia Timur. Indonesia punya posisi kuat di single-origin segment — buyer mau premium untuk Gayo, Mandheling, Toraja. Pasar kakao Indonesia terdorong fine flavor cocoa initiative dan EU Deforestation Regulation (EUDR) yang memberi peluang traceable supply. Tantangan: konsistensi kualitas pasca-panen di tingkat petani — peluang untuk processor yang bisa memberi premium harga ke petani mitra.

Butuh Informasi Lebih Detail?

Tim kami siap menyediakan spesifikasi teknis lengkap, sample, certificate of analysis, dan penawaran harga sesuai kebutuhan Anda.